6 Trik Ampuh Cara Ternak Kelinci Pedaging Agar Cepat Sukses

3 min read

Cara Paling Ampuh Ternak Kelinci Pedaging Agar Cepat Sukses  – Ternak kelinci

telah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan akhir-akhir ini. Selain mudah dibudidayakan, kelinci juga merupakan salah satu hewan jinak dan banyak disukai orang. Tidak hanya sebagai hewan peliharaan, kelinci juga bisa dikonsumsi karena dagingnya yang enak dan lembut.

Khusus kelinci pedaging yang dagingnya banyak dicari dan dikonsumsi orang, karena dipercaya mengandung khasiat yang luar biasa bagi kesehatan dan dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Kelinci jenis ini biasanya berbadan lebar dan besar serta mudah dikembangbiakan.

Ternak Kelinci Pedaging

Apa dan bagaimana cara ternak kelinci pedaging? Berikut adalah ulasannya. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya Anda mengenal terlebih dahulu jenis-jenis kelinci pedaging yang dapat dibudidayakan dan bisa menghasilkan keuntungan yang besar.

1. Jenis Kelinci Pedaging yang Dapat Dibudidaya

Ada dua jenis kelinci pedaging yang bisa Anda budidaya. Kedua jenis ini terkenal karena jenisnya yang besar dan dagingnya yang banyak serta kesuburannya dalam berkembangbiak. Di antara kedua jenis tersebut adalah :

Pertama, Flemish Giant. Jenis ini memiliki ciri khas dari warna bulunya yang beragam, bentuk tubuhnya yang besar, lebar dan panjang membuat kelinci ini diyakini memiliki daging yang banyak dan enak untuk dikonsumsi.

Berat badannya sendiri bisa mencapai hampir 10 kilogram. Ciri lain dari kelinci jenis ini adalah memiliki telinga yang lebar. Sayangnya kelinci jenis ini tidak banyak ditemukan di Indonesia, namun Anda bisa membudidayakan ternak kelinci pedaging hasil persilangan kelinci ini dengan kelinci lain yang sudah ada di Indonesia, yaitu kelinci New Zealand White.

Kedua, New Zealand White. Walau bernama New Zealand, bukan berarti kelinci ini berasal dari New Zealand. Kelinci ini tetap berasal dari Amerika yang terjadi karena perkawinan silang dengan kelinci jenis Flemish Giant.

Dikenal memiliki ciri khas bulu berwarna putih albino, kelinci ini juga memiliki tubuh yang cukup besar dan bisa mencapai berat hampir 5 kilogram. Selain itu, kesuburan kelinci ini juga dianggap menguntungkan karena sekali melahirkan dapat menghasilkan anak sekitar 10 sampai 12 anak kelinci.

Itulah mengapa kelinci jenis ini banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu peluang bisnis ternak kelinci pedaging. Karena selain memiliki badan yang besar dan daging yang banyak, kelinci ini juga mudah dikembangbiakan dan sangat menguntungkan karena cepat berkembangbiak dan banyak menghasilkan anak dalam satu kali kelahirannya.

2. Cara Memilih Bibit

Bagaimana cara memiilih bibit yang baik untuk budidaya kelinci? Yang pertama setelah mengenali jenis kelinci yang cocok untuk dibudidayakan, Anda harus memilih indukan yang baik.

Ciri dari indukan yang baik adalah indukan harus sehat, berbulu bersih, halus dan tidak rontok, pinggul bulat, mata cerah, tidak berair, hidungnya bersih dan kering. Begitu pula saluran kencing dan anusnya tidak kotor atau kering, gerakannya lincah dan tubuhnya tegap.

Selain itu, ketika hendak ternak kelinci pedaging, perhatikan pula nafsu makan dan berat badannya, untuk kelinci betina usahakan mencari kelinci yang telah memiliki berat badan minimal 4 kilogram. Sedang untuk kelinci jantan, berat minimalnya harus 3 kilogram.

Hal terakhir yang harus Anda lakukan dalam memilih indukan adalah usia produktifnya, biasanya antara 5 atau 6 bulan sampai 1 tahun. Dengan kondisi indukan yang sehat dan sempurna seperti ini, diharapkan hasil anakan kelinci pun akan berhasil baik dan sesuai harapan.

3. Menyiapkan Kandang

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk membuat kandang bagi kelinci pedaging. Selain lokasi kandang yang jauh dari kebisingan, udara atau suhu di sekitar kandang juga harus sejuk setidaknya sekitar 21-27 derajat celsius.

Dalam melakukan ternak kelinci pedaging, umumnya kandang harus terbuat dari kayu atau bambu dengan ukuran lebar 70 cm dan panjang 200 cm. Kandang juga harus dibuat senyaman mungkin bagi kelinci pedaging.

Dengan ukuran luas kandang seperti di atas, kandang bisa menampung maksimal 10-12 kelinci. Namun jangan lebih dari itu, karena sekali lagi kenyamanan dan keluasaaan gerak bagi kelinci juga penting untuk kesehatannya.

Selain itu, isilah kandang dengan kelinci berjenis kelamin sama, karena jika berbeda hal tersebut dapat menyebabkan perkawinan dini bagi kelinci dan tidak baik untuk kesehatan serta hasil dari keturunannya kelak.

4. Pemberian Pakan

Selain memperhatikan kenyamanan kandang, ternak kelinci pedaging juga harus betul-betul memperhatikan perberian pakan. Ada nutrisi tambahan yang harus selalu diberikan kepada kelinci pedaging setiap hari, seperti hormonik dan piterna yang dicampur ke dalam makanan khusus kelinci pedaging.

Hal ini dikarenakan tujuan dari pembudidayaan kelinci pedaging adalah untuk menjual kembali dagingnya. Jadi pemberikan nutrisi tambahan juga harus rutin diberikan setiap hari, setidaknya dua kali sehari, saat pagi dan petang.

5. Proses Perkawinan Kelinci Hingga Kelahiran

Ini adalah proses paling penting dalam ternak kelinci pedaging, karena banyak hal yang harus diperhatikan agar proses perkawinan, masa kehamilan sampai kelahiran berjalan lancar.

Salah stau syarat dalam melakukan perkawinan kelinci yang sukses adalah usia kelinci harus benar-benar siap dan matang untuk kawin. Pada kelinci betina biasanya usia 6 bulan, sedang pada kelinci jantang usia ideal untuk kawin adalah 8 bulan. 

Ketika kelinci betina telah diketahui hamil, maka jangan pernah mengawinkannya kembali, karena ini dapat menyebabkan keguguran. Dan setelah melahirkan pun, jangan pula dikawinkan kembali. Biarkan kelinci mengurus dan menyusui anak-anaknya terlebih dahulu.

Untuk kelinci jantan, selama kelinci tersebut masih diusia produktif, boleh untuk terus dikawinkan dengan betina yang tidak sedang hamil. Namun, tetap diberi jeda agar ketika perkawinan berlangsung sang jantan tetap dalam kondisi prima dan sehat, demikian cara ternak kelinci pedaging.

6. Perawatan Kelinci Pedaging

Ketika anak-anak kelinci lahir, lakukan perawatan pada kelinci-kelinci tersebut dengan tetap menjaga kebersihan dan kehangatan kandang. Untuk pemberian makanan, beri makanan yang bergizi dan tambahan nutrisi di dalamnya agar kelinci cepat besar. Tak lupa, pisahkan pula anak kelinci betina dengan jantan.

Perlu diperhatikan pula untuk melumatkan terlebih dahulu makanan yang diberikan karena kondisi perut  anak kelinci belum kuat secara fisik. Hal ini juga untuk menjaga agar anak kelinci tidak mudah sakit.

Untuk pemanenan ternak kelinci pedaging dapat Anda lakukan ketika usia kelinci sudah memasuki 3 sampai 4 bulan. Di usia ini, kelinci sudah memiliki daging yang cukup banyak dan enak untuk dikonsumsi. Harga jual kelinci di usia ini juga relatif cukup mahal yaitu sekitar Rp 80.000,00.

Jadi, bisa dibayangkan berapa keuntungan yang masuk kekantong Anda saat kelinci sudah bisa dipanen? Nah, itulah cara ternak kelinci pedaging yang dapat Anda lakukan untuk menambah penghasilan keluarga. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *